Pelatihan Pertolongan Pertama Pada Kegawatdaruratan Kemantren Kotagede

YOGYAKARTA- Bertempat di Pendopo Kemantren Kotagede Muhammad Asman Noor, S.T selaku Kepala Jawatan Keamanan menjelaskan kepada peserta pelatihan, bahwa Pelatihan Pertolongan Pertama Pada Kegawatdaruratan (PPGD) ini merupakan salah satu pelatihan yang kami selenggarakan untuk anggota BMR, dimana pelatihan ini dirancang agar anggota BMR siap dalam memberikan pertolongan pertam apabila terjadi peristiwa kegawatdaruratan, seperti bencana maupun kecelakaan. Dilanjutkan pemaparan materi oleh M. Fauzi Amrullah selaku instruktur dari BPBD Kota Yogyakarta mengenai cara melakukan pertolongan pertama pada kecelakaan seperti patah tulang dan luka. Fauzi menjelaskan bahwa ada beberapa Langkah dalam menangani korban kecelakaan yang mengalami patah tulang dan luka, pertama melakukan diagnosa cedera yang mungkin terjadi, kedua memastikan penderita sadar atau tidak, ketiga mengecek terdapat cedera atau tidak, keempat adakah gangguan medis, serta kelima mengetahui waktu yang tepat apakah penderita perlu dibawa kefaskes.

Berikutnya Fauzi menjelaskan kepada peserta mengenai tindakan yang harus dilakukan pada korban kecelakaan, diantaranya Istirahatkan Penderita dalam posisi tinggikan posisi luka, Bersihkan daerah sekitar luka, Segera tutup luka dan balut, luka tidak terkendali, Tekan pada titik tekan, Tenangkan dan yakinkan penderita, Bawa segera ke fasilitas kesehatan. Selanjutnya Fauzi mengajak peserta untuk mempraktekan cara menangani luka dengan pembalut dan penutup luka.

 

Berikutnya acara dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Anisa Linangkung, S.Kep.,Ns. yang juga didampingi oleh Bowo Cahyono, A.Md.Kep. dari Puskesmas Kotagede II. Beliau menyampaikan tentang Bantuan Hidup Dasar (BHD). Disampaikan oleh Beliau bahwa terdapat beberapa jenis BHD, pada kesempatan ini yang Beliau sampaikan adalah Resusitasi Jantung Paru (RJP). Yakni penanganan pada korban / pasien yang mengalami sesak nafas, serta detak jantung berhenti. Ada beberapa hal yang perlu dipahami sebelum dilakukan BHD diantaranya pemeriksaan air way (jalan nafas)/ Apakah jalan nafas dalam keadaan terbuka ?, Breathing / pernafasan/ apakah pasien atau korban masih bernafas dan respirasinya memadahi?, serta circulation/sirkulasi/ apakah ada/terdapat denyut nadi.

Berikutnya peserta diajak praktek oleh instruktur untuk melakukan simulasi pertolongan pertama pada kegawatdaruratan, seperti melakukan pertolongan penyembuhan luka kecelakaan, serta instruktur Bowo Cahyono, A.Md.Kep. melakukan praktek BHD,Sesi tanya jawab dibuka ketika peserta melakukan praktek yang dicontohkan oleh instruktur.